Rabu, 06 Desember 2017

CANDI IJO BIKIN NGILER



  
Candi Ijo adalah sebuah kompleks percandian bercorak hindu , berada 4 kilometer arah tenggara dari Candi Ratu Boko atau kita-kira 18 kilometer di sebelah timur kota yogyakarta. Candi ini diperkirakan dibangun antara abad 10-11 Masehi pada saat zaman Kerajaan Medang periode Mataram. Awal pertama saya kesana saya berpikiran apakah candinnya berwarna ijo, tapi setelah saya membuktikan dengan berkunjung kesana ternyata bukan candinya yang ijo akan tetapi candinya dikelilingi tumbuhan yang berwarna hijau.
Lokasi Candi Ijo terletak di Dukuh Groyokan, Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Candi ini berada lereng barat sebuah bukit yang masih merupakan bagian perbukitan Batur Agung. Posisinya berada pada lereng bukit dengan ketinggian rata-rata 375 meter di atas permukaan laut. Diihat dari keterangan di papan sekitar candi ijo. Candi ini dinamakan "Ijo" karena berada di atas bukit yang disebut Gumuk Ijo. Kompleks percandian membuka dengan panorama indah, berupa persawahan dan bentang alam, seperti Bandara Adisucipto dan pantai Parangtritis.,kompleks percandian Ijo sangat luas, dan menjorok ke barat dan utara. lereng bukit Candi Ijo di sebelah timur dan sebelah utara ditambang oleh penduduk, banyak ditemukan artefak yang mempunyai kaitan dengan candi.
  
kompleks candi secara keseluruhan, kompleks candi merupakan teras-teras berundak-undak, mengikuti kontur bukit. Di bagian barat terdapat reruntuhan bangunan candi yang masih dalam proses perbaikan. Setelah disela oleh kebun kecil, terdapat teras yang lebih tinggi dengan cukup banyak reruntuhan yang diperkirakan berasal dari sekumpulan candi-candi pemujaan kecil/candi perwara.
Kompleks percandian utama terletak di bagian timur menempati teras tertinggi. Di bagian ini ada candi induk , candi pengapit, dan candi perwara. Dan di depannya berjajar tiga candi yang lebih kecil ukurannya yang diduga dibangun untuk memuja Trimurti: Brahma, Wisnu, dan Syiwa. Ketiga candi perwara ini menghadap ke arah candi utama, yaitu menghadap ke timur. Ketiga candi kecil ini memiliki ruangan di dalamnya dan terdapat jendela kerawangan berbentuk belah ketupat di dindingnya. Candi perwara yang berada di tengah melindungi arca lembu Nandini, kendaraan Dewa Syiwa.
Bangunan candi induk berdiri di atas kaki candi dasar persegi empat. Ada tangga yang dilengkapi sepasang yang berbentuk bertubuh ikan dan berbelalai seperti gajah. Kepala makara menjulur ke bawah dengan mulut menganga. Di atas ambang pintu terdapat hiasan kepala bersusun. Pada bagian pintu masuk terdapat ukiran, berupa mulut raksasa yang tersambung makara.. Di atas ambang kedua jendela palsu juga dihiasi dengan pahatan kepala bersusun lagi. Di dalam mulut masing-masing terdapat relief burung bayan kecil. Jendela-jendela palsu ada bagian luar dinding utara, timur dan selatan, yaitu tiga buah pada masing-masing sisi. Ambang jendela juga dibingkai dengan hiasan sepasang kepala seperti yang terdapat di jendela palsu yang mengapit pintu.
Dalam tubuh candi induk ini terdapat sebuah ruangan. Atap candi bertingkat-tingkat tiga undakan, terbentuk dari susunan segi empat yang makin ke atas makin mengecil. Di setiap sisi terdapat deretan tiga di masing-masing tingkat. Sebuah ratna berukuran lebih besar terdapat di puncak atap. Sepanjang batas antara atap dan dinding tubuh candi dihiasi dengan deretan pahatan.

Susunan candi yang rapi dan induk yang di lindungi oleh candi-candi kecil ini sangat cocok menjadi objek foto apalagi ditambah dengan rumput yang berwarna hijau. Disana juga tempatnya selalu ramai oleh pengunjung. Karena di candi ijo kita tidak usah membayar uang masuk akan tetapi kita hanya disuruh sedekah saja untuk perawatan candi dan membayar tempat parkir cuman 2000 rupiah saja. Murah bukan . liburan tidak harus mahal bukan. Silahkan mencoba.


Kamis, 17 Desember 2015

CANDI IJO BIKIN NGILER





  
Candi Ijo adalah sebuah kompleks percandian bercorak hindu , berada 4 kilometer arah tenggara dari Candi Ratu Boko atau kita-kira 18 kilometer di sebelah timur kota yogyakarta. Candi ini diperkirakan dibangun antara abad 10-11 Masehi pada saat zaman Kerajaan Medang periode Mataram. Awal pertama saya kesana saya berpikiran apakah candinnya berwarna ijo, tapi setelah saya membuktikan dengan berkunjung kesana ternyata bukan candinya yang ijo akan tetapi candinya dikelilingi tumbuhan yang berwarna hijau.
Lokasi Candi Ijo terletak di Dukuh Groyokan, Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Candi ini berada lereng barat sebuah bukit yang masih merupakan bagian perbukitan Batur Agung. Posisinya berada pada lereng bukit dengan ketinggian rata-rata 375 meter di atas permukaan laut. Diihat dari keterangan di papan sekitar candi ijo. Candi ini dinamakan "Ijo" karena berada di atas bukit yang disebut Gumuk Ijo. Kompleks percandian membuka dengan panorama indah, berupa persawahan dan bentang alam, seperti Bandara Adisucipto dan pantai Parangtritis.,kompleks percandian Ijo sangat luas, dan menjorok ke barat dan utara. lereng bukit Candi Ijo di sebelah timur dan sebelah utara ditambang oleh penduduk, banyak ditemukan artefak yang mempunyai kaitan dengan candi.
  
kompleks candi secara keseluruhan, kompleks candi merupakan teras-teras berundak-undak, mengikuti kontur bukit. Di bagian barat terdapat reruntuhan bangunan candi yang masih dalam proses perbaikan. Setelah disela oleh kebun kecil, terdapat teras yang lebih tinggi dengan cukup banyak reruntuhan yang diperkirakan berasal dari sekumpulan candi-candi pemujaan kecil/candi perwara.
Kompleks percandian utama terletak di bagian timur menempati teras tertinggi. Di bagian ini ada candi induk , candi pengapit, dan candi perwara. Dan di depannya berjajar tiga candi yang lebih kecil ukurannya yang diduga dibangun untuk memuja Trimurti: Brahma, Wisnu, dan Syiwa. Ketiga candi perwara ini menghadap ke arah candi utama, yaitu menghadap ke timur. Ketiga candi kecil ini memiliki ruangan di dalamnya dan terdapat jendela kerawangan berbentuk belah ketupat di dindingnya. Candi perwara yang berada di tengah melindungi arca lembu Nandini, kendaraan Dewa Syiwa.
Bangunan candi induk berdiri di atas kaki candi dasar persegi empat. Ada tangga yang dilengkapi sepasang yang berbentuk bertubuh ikan dan berbelalai seperti gajah. Kepala makara menjulur ke bawah dengan mulut menganga. Di atas ambang pintu terdapat hiasan kepala bersusun. Pada bagian pintu masuk terdapat ukiran, berupa mulut raksasa yang tersambung makara.. Di atas ambang kedua jendela palsu juga dihiasi dengan pahatan kepala bersusun lagi. Di dalam mulut masing-masing terdapat relief burung bayan kecil. Jendela-jendela palsu ada bagian luar dinding utara, timur dan selatan, yaitu tiga buah pada masing-masing sisi. Ambang jendela juga dibingkai dengan hiasan sepasang kepala seperti yang terdapat di jendela palsu yang mengapit pintu.
Dalam tubuh candi induk ini terdapat sebuah ruangan. Atap candi bertingkat-tingkat tiga undakan, terbentuk dari susunan segi empat yang makin ke atas makin mengecil. Di setiap sisi terdapat deretan tiga di masing-masing tingkat. Sebuah ratna berukuran lebih besar terdapat di puncak atap. Sepanjang batas antara atap dan dinding tubuh candi dihiasi dengan deretan pahatan.

Susunan candi yang rapi dan induk yang di lindungi oleh candi-candi kecil ini sangat cocok menjadi objek foto apalagi ditambah dengan rumput yang berwarna hijau. Disana juga tempatnya selalu ramai oleh pengunjung. Karena di candi ijo kita tidak usah membayar uang masuk akan tetapi kita hanya disuruh sedekah saja untuk perawatan candi dan membayar tempat parkir cuman 2000 rupiah saja. Murah bukan . liburan tidak harus mahal bukan. Silahkan mencoba.


Rabu, 16 Desember 2015

Festival Kuwung Folklore Banyuwangi




Festival Kuwung sebagai event terakhir dari sekian banyak rentetan kegiatan Banyuwangi festival 2015. Kemarin tiga hari yang lalu pada tanggal 05 Desember 2015 tepatnya pukul 19.00 Wib. Start depan Pemda finish Taman Blambangan Banyuwangi. Pasti timbul pertannyaan tentang apa itu festival kuwung.
Festval kuwung  adalah pawai tahunan, yang menjadi etalase yang memamerkan keaslian Banyuwangi, baik kekayaan budaya, adat, maupaun potensi unggulan yang ditampilkan oleh perwakilan 24 kecamatan se Kabupaten Banyuwangi.Tahun dulu Sebanyak seribu orang peserta berpawai melintasi sepanjang jalan protocol sejauh 2 kilometer. Rutenya meliputi start dari depan kantor bupati Banyuwangi di jalan A. Yani, jalan PB. Sudirman, jalan Satsuit Tubun sampai finish di Taman Blambangan.Selain berbentuk parade berjalan, tahun dulu  Festival Kuwung juga dikemas dengan parade mobil hias. Potensi local, seperti, kerajinan maupun destinasi wisata juga dikemas dalam festival kuwung. Kemeriahan semakin terasa dengan iringan musik khas, seperti hadrah, kundaran, dan jaranan dalam festival budaya otentik Banyuwangi ini.
Festival Kuwung Banyuwangi akan kembali digelar. Acara tersebut menjadi acara tahunan tertua yang biasa diselenggarakan dalam rangka Hari Jadi Banyuwangi. Biasannya festival kuwung ini digelar di malam hari, acara Festival Kuwung akan menjadi gelaran seni dan budaya yang tak kalah meriah dengan Banyuwangi Night Carnival.
Festival Kuwung tiap tahun menghadirkan beragam seni dan budaya asli Banyuwangi. Mengusung tema “Folklore”, sejumlah cerita legenda rakyat Banyuwangi yang sudah dikemas. Pemerannya-pun uniknya di ambil perwakilan pelaku seni dari tiap kecamatan yang akan membawakan lakon cerita yang berbeda-beda, salah satunya adalah folklore “Bambang Menak Diwisuda”. Selain folklore, sederet seni dan budaya Banyuwangi lainnya juga kan ditampilkan, antara lain Tari jaranan, prosesi sunatan, Barong Ider Bumi, Tari Jaran Goyang, Seni Hadrah Kuntulan, sampai Barongsai. Bahkan tak hanya itu, dalam festival ini juga akan digelar Tradisi Kawin Colong dan Upacara Kemanten Using. Kawin colong yaitu menikah tapi dengan mencuri sang cewek karena tidak direstui orang tuannya. Sedangkan kemanten usingnnya menggunakan adat perang bangkat yaitu cara meminang orang banyuwangi dengan membawa peralatan rumah tangga. Pihak pengantin dengan rombongan keluargannya beriringan menuju rumah pengantin perempuannya dan dihadang oleh seorang jambangan atau pihak perempuan sebagai gerbang dan disitulah terjadi adu mulut antara kedua keluargannya dan sebagai senjatannya adalah peralatan dapur seperti irus, wajan,cuek dan lain-lain. Setelah itu kedua pengantin itu dipertemukan untuk saling bersalaman dan akhirnya di doakan oleh pemimpin adat perang bangkat. Sangat unik bukan. Tujuan perang bangkat itu ada pada alat rumah tanggatersebut karena mengandung arti sendiri-sendiri.
Festival Kuwung merupakan etalase kesenian dan tradisi masyarakat Banyuwangi yang beragam. Inilah yang membedakannya dengan festival lainnya. bila festival lain menampilkan satu tematik budaya Banyuwangi, di Kuwung ini beragam tradisi khas Banyuwangi akan ditontonkan.tahun ini Parade Festival Kuwung sendiri akan mengambil start dari halaman depan kantor Pemkab Banyuwangi dan berakhir di Taman Blambangan. Beberapa kabupaten tetangga, yakni Probolinggo, jembrana, Kediri, Lumajang, Kota denpasar, dan Pasuruan dijadwalkan juga akan turut meramaikan acara tersebut. Banyuwangi menjadi contoh wadah kesenian yang tujuannya untuk melestarikan budaya yang sudah ada supaya tidak punah dengan perkembangan jaman yang mulai mengikuti negara barat.ya setidaknya tetap terjaga untuk generasi muda tau akan adat/budaya asli daerah banyuwangi utamannya. Karena kemajuan suat negara tergantung pada generasi muda yang akan datang yang tidak melupakan yang dulu sempat ada wlaupun terjadi perkembangan zaman yang tidak dapat mempengaruhi generasi muda.

Seseh Tengen Bocah SLB




             Kesempurnaan diciptakan di sebagaian orang saja. Akan tetapi dibalik tidak kesempurnaan  pasti ada kelebihannya . Contohnya seperti estra kurikuler . Ekstra Kurikuler (Eskul) adalah kegiatan yang diadakan oleh sekolah untuk kegiatan siswa-siswinya diluar jam pelajaran, kegiatan-kegiatan eskul ternyata tidak hanya ada pada sekolah-sekolah biasa tapi kegiatan eskul juga ada di Sekolah Luar Biasa (SLB) salah satunya SLB Pamardi Putra. SLB Pamardi Putra memiliki berbagai kegiatan eskul diantaranya, Menari, Musik, Pramuka, Cipta dan Baca Puisi, Baca Tulis Al-Quran dan Menggambar. Sekolah dengan jumlah 53 Siswa ini menggolongkan siswa siswinya sesuai dengan tingkat usia dan kecerdasan, mulai dari TK, SD, SMP dan SMA.
Berbagai prestasi juga sudah banyak mereka raih salah satunya juara 1 Lomba Baca Puisi Tingkat Provinsi pada tahun 2014, dan banyak juga hasil karya anak-anak SLB Pamardi Putra yang diikutkan lomba dan menjuarainya salah satunya juara 2 lomba menggambar.Hasil karya-karya anak SLB Pamardi Putra selain untuk diikutkan lomba, banyak juga dari karya-karya mereka yang diikutkan pameran seperti di UNY dan ISI belum lama ini.
Kendala yang dihadapi para guru dalam membimbing eskul-eskul ini hanyalah terletak pada waktu, waktu para guru sering berbenturan dengan jadwal diklat atau kegitan lain diluar sekolah, sedangkan kegiatan-kegiatan eskul ini hanya dilaksanakan pada hari jumat dan hari sabtu.Kegiatan-kegiatan eskul yang diadakan ini bertujuan untuk mencari bibit-bibit untuk diikutkan lomba porsenitas yang nantinya akan dikirimkan sampai keperlombaan tingkat Nasional, dan juga dengan adanya kegiatan eskul-eskul ini anak-anak diharapkan mampu menghasilkan karya-karya yang luar biasa.
Para guru SLB Pamardi Putra juga menghimbau kepada orangtua para siswanya untuk lebih memperhatikan anak-anaknya, karena pengajaran disekolah saja masih kurang untuk melatih kemandirian anak-anak.“SLB kan penekanannya pada kemandirian,seperti mandi sendiri, gosok gigi sendiri dan lainnya, jika kita disekolah sudah mengajarkan tapi orangtua dirumah tidak peduli akan percuma saja, jadi orang tua juga diharapkan mampu memberikan perhatian yang lebih pada anaknya,” kata Ibu Hifna bagian kurikulum SLB Pamardi Putra.
Walaupun dibalik kekurangannya murid  SLB disitu mempunyai semangat tinggi untuk belajar . banyak sebagian orang mencibir anak yang mempunyai kekurang seperti mental , tingkah laku yang berbeda dari manusia nomal lainnya. Hal itulah yang membua tingkah anak SLB itu menentang hal itu dan melakukan tingkah diluara kewajarannya. Padahal semua itu barawal dari kita sendiri. Harusnya kita harus menghargai satu sama lain.  
Kekurangan tak harus di olok-olok tapi harus dihargai. Seharusnya kita bayangkan posisi kita seperti seorang SLB bagaimana, intinnya begitu saja. Bahkan pernah saya mendengar seorang SLB yang mempunyai kelebihan yang membuat dia sampai ke luar negeri. Kita yang dianggap sempurna oleh seorang SLB belum tentu bisa ke luar negeri. Jadi kita tidak boleh menyepelehkan  anak SLB yang secara kemampuan dan fisik yang selalu kurang. Nah dari pemaparan di atas kita harus bisa menempatkan bagaimana kita mau berkata atau berting terhadap anak  SLB karena apa yang kita lakukan itu sangat berpengaruh sekali terhadapnnya. Jika anak SLB frustasi karena tingkah kita maka itu akan menyebabkan dia melakukan hal yang di luar kewajaran. Jadi semua apa yang terjadi pada anak SLB tergantung kita memperlakukannya bagaimana jadi jangan berani menyimpulkan hal yang menyakiti hatinya padahal semua itu berulah dari diri kita sendiri. Intinnya kita harus bercermin terlebih dulu dan anak SLB itu juga manusia yang punya hati juga dan bahkan kemampuan yang lebih daripada kita. 

juga kunjungi yah... www.kompasiana.com/kusnia