Sabtu, 05 Desember 2015

1000 Penari Njoget Gandrung Banyuwangi




Sabtu, 26 september 2015 kemarin, tepatnya di Pantai Boom Banyuwangi telah diadakan festival yaitu Gandrung sewu adalah hiburan tahunan yang ada di banyuwangi yang dibawakan oleh 1000 penari gandrung, kebayangkan seperti lautan. Gandrung disini beda dengan gandrung setiap daerah atau kota seperti yang ada dibali dan lain-lainnya karena dari cara pakaiannya saja sudah berbeda apalagi tariannya hehehe. Tujuan diadakannya acara tahunan seperti itu agar gandrung banyuwangi yang termasuk kesenian asli dari banyuwangi ini terjaga kelestariannya karena di zaman sekarang ini banyak masyarakat terutama generasi muda rentan melupakan kesenian daerah. Kok bisa begitu disebabkan oleh ilmu pengetahuan teknologi yang canggih yang didalamnnya berisi hal-hal baru seperti boy band dan girl band yang menurut generasi muda sekarang lebih berkelas dan tidak ketinggalan zaman. hal itulah yang membuat pemerintahan banyuwangi mengantisipasi sebelum tarian gandrung ini punah dan tidak ada penerus yang mau meneruskannya kembali.
Sebelumnya tarian gandrung ini di adakan bila ada acara adat seperti setelah habis panen dan untuk penyambutan tamu istimewah seperti seorang raja saja. Tapi sekarang Gandrung sering dipentaskan pada berbagai acara, seperti perkawinan, pethik laut, khitanan, tujuh belasan dan acara-acara resmi maupun tak resmi lainnya baik di Banyuwangi maupun wilayah lainnya. Menurut kebiasaan, pertunjukan lengkapnya dimulai sejak sekitar pukul 21.00 dan berakhir hingga menjelang subuh (sekitar pukul 04.00). Bentuk kesenian yang didominasi tarian dengan orkestra khas ini populer di wilayah Banyuwangiyang letaknya di ujung timur PulauJawa, itulah ciri khas dari wilayah tersebut, hingga sampai saat ini Banyuwangi selalu diidentikkan dengan gandrung. Sampai-sampai Banyuwangi sering dijuluki Kota Gandrung dan buktinnya lagi patung penari gandrung dapat dijumpai di berbagai sudut wilayah Banyuwangi.
Dari segi pakaian gandrung banyuwangi memiliki nama yang unik dan maksud tertentu. Warna bajunya pun cukup menantang mata untuk mau melihatnya karena mencolok. Adapun tariannya mulai dari jejer, maju atau ngibing, dan seblang subuh. Unik dan semakin penasaran bukan. begitu juga dengan para ilmuwan yang malah sampai melakukan penelitian tentang gandrung. kebanyakan menyebutkan gandrung yang ada di banyuwangi melibatkan makhluk –makhluk halus orang zaman dahulu atau tidak nenek moyang gitu. di urut-urut ternyata gandrung banyuwangi masih punya kekerabatan dengan gandrung yang ada di bali, karena dulu pada zaman dahulu saat genting-gentingnya daerah banyuwangi sebagian besar warga asli banyuwangi hijrah ke bali, mataram, bahkan madura dan warga tersebut itu kebanyakan keturunan asli yang mempunyai darah penari.
Musik pengiring gandrung Banyuwangi terdiri dari satu buah kempul atau gong, satu buah kluncing (triangle), satu atau dua buah biola, dua buah kendhang, dan sepasang kethuk. Di samping itu, pertunjukan tidak lengkap jika tidak diiringi panjak atau kadang-kadang disebut pengudang untuk pemberi semangat yang bertugas memberi semangat dan memberi efek kocak dalam setiap pertunjukan gandrung. Peran panjak dapat diambil oleh pemain kluncing. Selain itu kadang-kadang diselingi dengan saron Bali, angklung, atau rebana sebagai bentuk kreasi dan diiringi electone. tari gandrung ini resmi menjadi maskot pariwisata kota banyuwangi.
Perkembangan terakhir Kesenian gandrung Banyuwangi masih tegar dalam menghadapi gempuran arus globalisasi, yang dipopulerkan melalui media elektronik dan media cetak. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi pun bahkan mulai mewajibkan setiap siswanya dari SD hingga SMA untuk mengikuti ekstrakurikuler kesenian Banyuwangi. Salah satu di antaranya diwajibkan mempelajari tari Jejer yang merupakan sempalan dari pertunjukan gandrung Banyuwangi. Itu merupakan salah satu wujud perhatian pemerintah setempat terhadap seni budaya lokal yang sebenarnya sudah mulai terdesak oleh pentas-pentas populer lain seperti dangdut dan campursari. seperti halnya diadakannya gandrung sewu ini. semoga tari gadrung ini tetap lestari sampai zaman yang akan datang kelak.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar