Taukah anda dengan kota banyuwangi. yak.. kota yang dikenal dengan banyak julukan tersebut. Diantaranya yaitu dengan julukan “KOTA SANTET” julukan itu terjadi karena dulu pada tahun 1998 ada peristiwa 100 orang lebih dibunuh tapi dibunuh secara misterius karena dituduh mempunyai ilmu santet.
Peristiwa tersebut dikenal dengan Tragedi Santet. Dan santet sendiri berarti hal-hal yang berkaitan dengan makhluk ghaib. Sangat mengerikan bukan..tapi dibalik semua itu tersimpan keindahan surga dunia di dalamnya.
Jadi jangan beranggapan negative dulu ya dengan kota yang dikenal“the sunrise of java” itulah
slogan pariwisata yang dibuat oleh bupati banyuwangi kang anas. Kota ini adalah kota pertama terkena sinar matahari yang terbit di pulau jawa. Wah..kebayangkan cantiknya matahari terbit. Dengan tekat yang begitu kuat dia membangun banyuwangi sampai berkembang pesat seperti sekarang ini. Surga dibalik kota the sunrise of java ini menarik banyak para wisatawan untuk berkunjung dan berlibur.Gunung ijen yang dulunya cuman dipandang sebelah mata ternyata memiliki keindahan yang luar biasa. Blue fire yang sangat cantik. Itu baru gunungnya saja. Pantainya juga sangat cantik. Salah satunya adalah pantai plengkung. Yupp..pantai yang dikenal dengan ombak terbaik
di dunia yang memikat hati peselancar asing karena didukung suasana alam yang belum terjamah manusia. Wow.. makin cinta Indonesia nih.. ceritannya. Belum lagi dengan red island ,kenapa kok dijulukin
red island. Ya karena ada pulau
di pinggir bibir pantai yang bertanah merah sehingga dinamakan pulau merah.
Apalagi keadaan pulau merah
di kala senja tambah semakin merah. Banyuwangi juga dikenal dengan julukan kota pisang karena banyuwangi adalah kota yang sebagian besar penghasil pisang
juga. Tak lupa juga banyuwangi juga menghasilkan kopi yang berkualitas. Dulu
banyuwangi tidak dikenal di dunia luar karena mungkin banyuwangi termasuk kota
yang pasif dan kepemerintahannya yang cuan berdiam diri saja dan tidak bisa
membuat banyuwangi semakin maju. Dan sampai dengan tahun ini banyuwangi baru
bisa maju dari yang mulannya tidak mempunyai bandara untuk tahun ini sudah
mempunyai bandara walaupun awalnnya bupati banyuwangi yang dikenal familiar
dengan sebutan kang annas ini memulai dengan kecil-kecilan dan akhirnya menjadi
sebuah bandara pertama yang ada di banyuwangi pertama kali. Yang awalnya
kesenian asli banyuwangi sempat hampir punah sekarang malah dikembangkan dengan
berbagai acara yang bisa diikuti semua masyarakat banyuwangi maupun dari daerah
lainnya yang ikut serta menontonnya. Seperti contoh puter kayun yaitu
acara rutin kampung asli yaitu boyolangu
dengan menaiki andhongdan berputar-putar di watu dodol itulah adat kebiasaan
dengan tujuan agar silaturrahmi tetap terjalin dan itu adalah wujud rasa syukur
orang boyolangu kepada sang penciptannya. Biasannya dilakukan setelah beberapa
hari raya. Yang kedua adalahkebo-keboan di alas pemalang dengan tampilan yang
menakutkan seperti buto yang berwarna hitam tapi disitu penampilannya seperti
banteng mirip kebo dengan tanduk dan rambut berwarna hitam. Bila ada orang yang
mengenakan baju hitam atau merah dia akan mengejarnya. Ngeri bukan, tapi unik
dan itu masih adat kebiasaan setelah panen tiba . merupakan rasa syukur kepada
ratu padi yang akhirnya bisa panen. Yang ketiga adalah ider bumi.ider bumi
adalah kegiatan suatu desa yangkeliling dengan oncor atau obor dan berdoa
kepada allah di pojok-pojok desa dengan harapan keselamatan. Dan akhir
penghujung adat kebiasaan ini adalah dengan makan bersama atau sering dikenal
dengan nggembulan tujuannya adalah untuk mewujudkan rasa kebersamaan
yang tidak terpisahkan satu sama lain. Makanan yang disajikan biasannya di
taruh diatas ancak-ancakan semacam tempat yang berasal dari gedebok/pelepah
daun pisang yang lalu dibuat jadi kotak dengan menggunakan perekat semat/lidi
dan diatasnya diberi alas daun pisang. Makanannya pun masih sederhana seperti
nasi yang ditengahnya telur dan sebagainnya. Walupun sangat sederhana tapi
kalau dalam sebuah kebersamaan akan mantap rasannya. Yang keempat adalah
seblang bakungan dan ulih sari adalah acara adat suku using yaitu dilakukan
secara turun temurun dari nenek moyangnya kecucu-cucu generasi berikutnya.
Kalau seblang bakungan ditarikan oleh orang yang sudah sepuh atau tua.sedangkan
seblang ulih sari harus ditarikan oleh penari yang masih perawan/ gadis.
Masyarakat disana menyakini bahwa untuk ketentraman desannya dan rasa syukurnya
kepada seng penciptannya. Biasannya acara ini dilakukan selama 3 hari setelah
10 hari raya.
Dengan adat kebiasaan
yang begitu banyak pada dasrnnya mempunyai tujuan yang sama yaitu untuk
mewujudkan rasa syukurnya kepada sang penciptannya. Selain itu juga menciptakan
rasa kebersamaan yang tinggi tanpa membeda-bedakan satu sama lain. Mungkin
dengan adat ini juga indonesia semakin kaya dan maju. Dan mudah-mudahan juga
kejadian yang dahulu-dahulu tidak terulang lagi karena hukum yang lemah
tradisi, kesenian, lagu, dan sebagainya tidak dicuri negara lain.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar