Kesenian adalah suatu yang dimiliki setiap
daerah di indonesia terutamannya. Di Yogyakarta contohnya yaitu SMK Negeri 5
Yogyakarta adalah Perguruan Seni Rupa Menengah Atas “Prabangkara” yangdidirikan
tahun 1952, oleh pemerintah dengan SK Menteri Muda tahun 1953 dinegerikan
menjadi SGAN III. Karena tuntunan jaman pada pada tahun 1959 diubah menjadi
Sekolah Menggambar dan Pekerjaan Tangan
(SMPT), dalam perkembangannya tanggal 29 Agustus 1964 diubah menjadi Sekolah
Pembangunan Industri Kerajinan Negara (SPIK), setelah 11 tahun berkarya,
tanggal 31 Desember 1975 nama sekolah diubah menjadi Sekolah Menengan Industri
Kerajinan (SMIK) dan mulai tahun 1997 sampai sekarang menjadi SMKN5Yogyakarta.
SMKN 5 yogyakarta menjadi satu-satunya sekolah
kerajinan yang ada dikota yogyakarta, dengan 7 program keahlian yang ada,siswa
yang masuk setelah mengikuti seleksi akan langsung ditentukan jurusan mana yang
harus diambilnya sesuai dengan nilai kelulusan yang ada. 7 program keahlian
yang ada diantaranya Animasi, Desain Komunikasi Visual, Kria Tekstil, Kria
Kulit, Kria Kramik, Kria Logam dan Kria Kayu, dan ke 7 program keahlian ini
semuanya terakreditasi A. Selain 7 program keahlian yang diajarkan, SMKN 5
Yogyakarta juga memiliki berbagai ekstra kurikuler untuk para siswa-siswinya,
ada dibidang Olahraga, Bahasa, KIR, dan Kesenian. Untuk kesenian sendiri karawitan adalah eskul
yang wajib diikuti oleh semua siswa-siswi
SMKN 5 Yogyakarta dengan jadwal
yang telah ditentukan oleh sekolah untuk tiap-tiap kelasnya.
Karawitan menjadi eskul wajib bagi siswa-siswi
SMKN 5 Yogyakarta adalah sebagai wujud untuk menyokong keistimewaan
Yogyakarta, dengan mendatangkan
guru karawitan dari luar sekolah siswa-siswi diharapkan mampu melestarikan budaya
yang ada.“ Untuk minat para
siswa-siswi pada karawitan sendiri lumayan banyak,
Cuma yang susah adalah mencari gurunya, kalo ada baru beberapa bulan sudah
pindah,” Ujar bagian Humasnya. Jadi
minat dari siswannya memang banyak akan tetapi guru pengajarnya yang tidak ada
padahal karawitan adalah tempat untuk para siswa unjuk bakatnya. Hal itu yang
menjadi ciri khas sekolah tersebut. Hal tersebut juga dapat menjadi contoh untuk
sekolah lain-lainnya. Lulusan dari sekolah ini juga macam-macam . mulai dari
melanjutkan ke perguruan tinggi sampai menjadi seoran pendesain , pengusaha.
Pengajar dan masih banyak lainnya. Yang intinnya lulusan dari sekolah ini gak
bakal mati walaupun ada seorang bilang “mau jadi apa setelah sekolah dari situ” jangan
salah karena lulusan dari sini sudah banyak yang sukses , tutur seorang guru
disana. Beda dengan sekolah menengah yang lainnya disini lebih ke kejuruannya
jadi siswa dituntut untuk bisa berkreatifitas. Dan bedannya dengan sekolah
lainnya adalah ada praktek kerjannya dan berhubungan dengan
perusahaan-perusahaan tertentu sesuai dengan jurusannya. Atau juga tidak sesuai
jurusannya juga bisa karena disana kita tidak hanya terfokus satu jurusan saja
akan tetapi disana kalau kita mengambil satu jurusan tetap saja kita dapat
mempelajari yang lain akan tetapi tetap dominan sesuai jurusannya. Hanya saja
materi tambahan. Tujuan materi tambahannya adalah supaya murid tersebut
mempunya banyak skill di bidang apa saja yang termasuk seni dan kreatifitas
lainnya. Jadi sekolah dimana saja sama. Disini kita dapat mempelajari berbagai
hal terutama kita mengetahui tentang karawitan, lulusan dari sana menjadi apa.
Yang pasti kita harus belajar. Intinya sekolah dimana saja sama. Kembali ke
awal, karawitan ni termasuk aset bangsa yang harus dijaga kelestariannya agar
tidak diambil oleh negara lain. Jadi tugas negara harus menjadikan kesenian,
tradisi/kebiasaan dijadikan hak paten yang tidak dapat diaku-akui negara lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar